Rhin Inspired by Rhin

Blog

Tampilkan postingan dengan label Premise. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Premise. Tampilkan semua postingan

666 Jilid Kesatu

1 comments


           666 dalam angka Rumawi = DCLXVI atau dalam arti kata lain dalam angka 666 tsb telah dapat merepresentasikan seluruh angka yang terdapat dalam angka Rumawi (D = 500, C = 100, L = 50, X = 10, V = 5, I = 1). Angka 666 dalam bhs Latin bisa diartikan sebagai DIC LVX = "dicit lux" - suara cahaya. Maklum setan dalam bhs Latin sering diberi nama sebagai Lucifer (Lux Ferre) atau si pembawa cahaya. Dalam istilah astrologi disebut juga sebagai Bintang Fajar atau Venus atau planet ke-enam terbesar dalam tata surya kita.


           Semua yang buruk dan jahat konon mempunyai kaitannya dengan angka 666 seperti roulet, apabila semua angka di meja roulet dijumlahkan akan menjadi 666. Berzinah itu dosa berat maka dari itu angka 666 dalam bahasa Yunani mempresentasikan XES (sex terbalik) atau ? ? S (Chi Xi Sigma) sebab dalam bhs Yunani maupun Ibrani abjad mereka itu juga identis dengan angka. Begitu juga dengan nama dari Kaiser Nero dalam bhs Ibrani ini bisa ditulis dengan angka 666 (Neron Kesar). Racun yang mematikan adalah racun 666 = racun Hexachloride yg diambil dari formula kimia C6H6Cl6.


Hal inilah yang menyebabkan angka 666 selalu diidentikkan dengan Satanisme atau hal-hal yang berbau pemujaan setan.


           Konon komputer ini juga sebenarnya adalah pemberian dari si setan agar manusia dapat lebih mudah lagi berbuat dosa dan juga untuk menyebar luaskan ajaran sesatnya. Maka dari itu tidaklah heran kalau komputer PC pertama dari Apple ditawarkan dengan harga US$ 666. Tidak bisa dipungkiri dengan adanya internet dosa semakin lebih mudah lagi dilakukan, maka dari itulah juga WWW (World Wide Web) bisa ditafsirkan sebagai angka 666 dalam angka Rumawi (VIVIVI).


            Konon nama Bill Gates juga kalau di gutak gutik bisa diartikan sebagai angka 666. Indonesia terkenal banyak terorist dan koruptornya maka dari juga tidaklah heran kalau dalam ASCII character codes nama INDONESIA menjadi 666. Suharto dilengserkan setelah lebih dari 30 tahun masa pemerintahannya atau tepatnya pada th 1998 atau 3 x 666.
Read more

Nggege Mangsa

0 comments
        Dalam etika dan filsafat Jawa dikenal ungkapan aja nggege mangsa. Aja berarti jangan, nggege berarti mempercepat atau mendahului, dan mangsa itu waktu. Secara harfiah, ungkapan aja nggege mangsa itu adalah jangan mendahului waktu.

          Aja nggege mangsa terkait dengan sikap hidup, jati diri seseorang sebagai individu dan sebagai jati diri seseorang sebagai individu, dan sebagai makhluk sosial ciptaan Tuhan Yang Maha Pencipta. Ungkapan itu mengandung nasihat, agar dalam upaya mencapai cita-cita, seseorang harus mampu mengendalikan diri.

          Pengendalian diri, dalam etika Jawa diungkapkan dengan peribahasa aja grusa-grusu, aja kebat kliwat gancang pincang, yang berarti jangan bertindak tergesa-gesa karena tindakan tergesa-gesa hanya menghasilkan sesuatu yang tidak baik.

          Ungkapan lain yang mirip dengan aja nggege mangsa adalah aja ndisiki kersane Sing Gawe Urip. Artinya, jangan mendahului kehendak Yang Maha Pencipta. Hidup itu harus menyeleraskan dengan perjalanan waktu, harus menapaki proses yang memang harus dijalani (management by process), bukan sekedar mencapai tujuan (management by objective).

           Dalam kerangka pikir tersebut maka keberhasilan merupakan perjalanan (success is journey), bukan tujuan (succes is destination). Maka orang Jawa selalu mengingatkan kita untuk tidak mudah terkejut (aja kagetan), tidak cepat terheran-heran (gumunan), dan tidak mentang-mentang karena sudah mencapai sesuatu tahapan dalam kehidupan (aja dumeh).

            Itulah sebabnya, orang Jawa selalu mengingatkan, janganlah kita terlalu mengandalkan otak dalam bertindak, melainkan otak itu harus dipimpin oleh rasa (yang didasarkan pada hati nurani). Pertimbangan rasa tersebut akan mengarahkan kita pada tindakan penuh perhitungan, apakah tindakan kita akan menghasilkan kemaslahatan atau justru kerugian.

             Dalam konteks etika Jawa itu, maka euforia (perasaan senang) yang berlebihan harus dihindari. Orang Jawa menyebutnya dengan istilah mbungahi, dari kata bungah (senang). Orang Jawa percaya, bahwa mbungahi adalah tanda-tanda seseorang akan mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan di kemudian hari. Itulah sebabnya, filosofi Jawa mengajarkan, bahwa sesungguhnya bungah susah iku padha wae (senang dan sedih itu sama saja).

source : SM,Dec,31th, 2010
Read more

Bab Nafsu

0 comments
Nafsu itu musuh? Atau nafsu itu teman sejati kita? Sebuah hal yang menarik untuk kita renungi adalah apakah benar nafsu itu adalah sebuah musuh? Apakah benar kita harus menekanya dan menghancurkanya? Pertanyaanya menjadi dihancurkan atau dikendalikan? Dikendalikan atau dikenali? Dikenali atau diselami?

Tentu saja panjang sekali pemikiran dan perenungan kita. Terlalu putih juga ga baik, terlalu mutmainah jelas ga baik. Kecuali anda mau jadi petapa. Terlampau merah juga sangat tidak baik, memangnya mau apa marah-marah emosi terus sepanjang hari? Terlampau hitam juga tidak baik, untuk apa menenggelamkan diri alam kebencian setiap hari? Terlalu kuning juga ga baik, untuk apa sih memuaskan nafsu sex berlebihan? Atau terlampau matre mencintai dunia. Tetapi kita berseru, nafsu itu harus dihancurkan powernya, dan harus diinjak injak.Pokoke wong nuruti nafsu kuwi wong sing bodho, wong bodho kuwi yo wong goblok.

Kalau begitu? Untuk apa Tuhan menciptakan ke empat nafsu tadi? Tentu Tuhan menciptakanya adalah banyak hikmahnya kan? Kalo Tuhan menciptakan tidak ada gunanya dan cuma buat dikendalikan saja apa Tuhan itu tidak bodoh namanya? Lha bagaimana tidak bodoh? Menciptakan nafsu yang cuma membawa kemudharatan saja? Ternyata keempat nafsu itu adalah keempat pilar tiang kokoh suci tiada taranya yang sangat agung dan sangat luar biasa. Ngangsu kawruh dan juga seneng dengan kebenaran dan spiritual.

Bayangkan kalau tidak ada yang putih? Jadi apa kita ini? Eeeew adiku yang kuning ini membawa manusia berkembang biak. Cinta suci dan sex berujung penuh disini. Tanpa ini ya hidup manusia tidak berkembang karena dipastikan manusia ga akan kimpoi karena tidak punya ketertarikan pada lawan jenisnya. Juga manusia akan hidup apa adanya dan perdapanya tidak akan berkembang sama sekali. Lha tidak punya ketertarikan pada dunia? Selamanya manusia akan cawetan saja jika mereka tidak punya ketertarikan pada dunia. Eealah adiku yang merah ini membawakan semangat padaku. Ketika emosi berkembang juga adrenalin yang ngocor deras yang juga membawa semangat yang luar biasa.

Tanpa semangat orang cuma mimpi saja tapa bisa sukses menjalankan apapun yg diinginkan. nglumpurg tanpa daya. Lhoooo adiku yang hitam, simbol dari segala macam bentuk pembalasan. Inilah inti paling akhir manusia. Manusia itu ganas seperti binatang. Dia sangat buas. Dan itu adalah titik mempertahankan hidupnya yang terakhir. Ketika tak ada pilihan lain. Seorang lelaki mampu menang melawan harimau paling ganas. Dengan kemampuan yang tersimpan pada adik kita yang hitam.

Nah, akankah daya daya luar biasa ini tidak kita muliakan? Syukurilah sistem kehidupan kita sendiri lalu selamilah satu persatu dengan tenang sambil bersyukur kepada Tuhan dengan yang 4 ini kita sempurna, manusia sempurna bukan manusia tanpa yang 4 tapi manusia sempurna adalah penggabungan yang 4 dengan satu pancer. Yaitu dirinya pribadi yang luar biasa. Ingsun. Bukan menolak!! Tapi sukurilah keluarbiasaan Tuhan dalam ke 4 nafsu ini. [sumber tersembunyi]
Read more

Persepsi

0 comments
Setiap orang berbicara selalu terselip kata-kata persepsi dalam setiap obrolan mereka, kadangkala kata persepsi digunakan dalam kalimat yang sebetulnya tidak cocok.

Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu merupakan suatu proses yang diterima stimulus individu melalui alat reseptor yaitu alat indera. Proses penginderaan tidak dapat lepas dari proses persepsi. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya karena individu mengenali dunia luarnya dengan menggunakan indera.

Walgito (1997) menjelaskan pengertian persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan, kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera. Dengan kata lain persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia. Persepsi merupakan keadaan integrated dari individu terhadap stimulus yang diterimanya. Apa yang ada dalam diri individu, pikiran, perasaan, pengalaman-pengalaman individu, akan ikut aktif berpengaruh dalam proses persepsi.

Sedangkan Gibson, dkk (1989) yang menyatakan definisi persepsi adalah proses kognitif yang dipergunakan oleh individu untuk menafsir dan memahami dunia sekitarnya (terhadap obyek), tanda-tanda dari sudut pengalaman yang bersangkutan. Dengan kata lain, persepsi mencakup penerimaan stimulus, pengorganisasian, dan penerjemahan atau penafsiran stimulus yang diorganisasikan dengan cara yang dapat mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap. Gibson, dkk (1989) juga menjelaskan bahwa persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu. Oleh karena itu, setiap individu akan memberikan arti kepada stimulus dengan cara yang berbeda meskipun obyeknya sama. Cara individu melihat situasi seringkali lebioh penting dari pada situasi itu sendiri.

Persepsi bersifat individual, meskipun stimulus yang diterimanya sama, tetapi karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda, kemampuan berfikir yang berbeda, maka hal tersebut sangat memungkinkan terjadinya perbedaan persepsi pada setiap individu. Taraf terakhir dari proses persepsi adalah individu menyadari apa yang diterima melalui alat indera atau reseptor.

Berdasarkan uraian tersebut disimpulkan, bahwa persepsi merupakan proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia kemudian diproses dan dikategorikan dalam suatu gaya tertentu atau dengan kata lain persepsi adalah interpretasi terhadap rangsangan yang diterima dari lingkungan yang bersifat individual, meskipun stimulus yang diterimanya sama, tetapi karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda, kemampuan berfikir yang berbeda, maka hal tersebut sangat memungkinkan terjadi perbedaan persepsi pada setiap individu. [dari sumber]
Read more

Sifat Manusia Indonesia

0 comments
Mochtar Lubis menulis sebuah buku yang berjudul “Manusia Indonesia Sebuah Pertanggung Jawaban” yang kalau tidak salah ditulis tahun 70′an. Namun kalau ditelaah, setelah hampir 30 tahun, apakah sifat-sifat tersebut masih hinggap disebahagian besar masyarakat Indonesia? Satu-satunya sifat yang positif dari orang Indonesia, menurut Mochtar Lubis adalah sifatnya yang ’artistik’.
Ini sifat-sifat manusia Indonesia yang ditulis oleh Mochtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia Sebuah Pertanggung Jawaban” yang saya salin :

  1. Hipokritis alias munafik. Berpura-pura, lain di muka - lain di belakang, merupakan sebuah ciri utama manusia Indonesia sudah sejak lama, sejak meraka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya, karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya.
  2. Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya,putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya. “Bukan saya’, adalah kalimat yang cukup populer di mulut manusia Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang suatu kegagalan pada bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan demikian seterusnya.
  3. Berjiwa feodal. Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah untuk juga membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri dan masyarakat manusia Indonesia. Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tatacara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi kepegawaian (umpamanya jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan organisasi-organisasi isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan bersenjata), dalam pencalonan isteri pembesar negeri dalam daftar pemilihan umum. Isteri Komandan, isteri menteri otomatis jadi ketua, bukan berdasar kecakapan dan bakat leadershipnya, atau pengetahuan dan pengalamannya atau perhatian dan pengabdiannya.
  4. Masih percaya takhyul. Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Kepercayaan serupa ini membawa manusia Indonesia jadi tukang bikin lambang. Kita percaya pada jimat dan jampe. Untuk mengusir hantu kita memasang sajen dan bunga di empat sudut halaman, dan untuk menghindarkan naas atau mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam kembang di tengah simpang empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat dan mantera kita merasa yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin keselamatan dan kebahagiaan atau kesehatan kita.
  5. Artistik. Karena sifatnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah dan kekuasaan pada segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat pada alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan perasan-perasaan sensuilnya, dan semua ini mengembangkan daya artistik yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala rupa ciptaan artistik dan kerajinan yang sangat indah-indah, dan serbaneka macamnya, variasinyam warna-warninya.
  6. Watak yang lemah. Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang dapat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan demi untuk ’survive’ bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektuil amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia.
  7. Tidak hemat, dia bukan “economic animal”. Malahan manusia Indonesia pandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum diterimanya, atau yang akan diterimanya, atau yang tidak akan pernah diterimanya. Dia cenderung boros. Dia senang berpakaian bagus, memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini ciri manusia Indonesia menjelma dalam membangun rumah mewah, mobil mewah, pesta besar, hanya memakai barang buatan luar negeri, main golf, singkatnya segala apa yang serba mahal.
  8. Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa. Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi “miliuner seketika”, seperti orang Amerika membuat instant tea, atau dengan mudah mendapat gelar sarjana sampai memalsukan atau membeli gelar sarjana, supaya segera dapat pangkat, dan dari kedudukan berpangkat cepat bisa menjadi kaya.
  9. Manusia Indonesia kini tukang menggerutu tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka, hanya jika dia dalam rumahnya, atau antara kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan dengan dia.
  10. Cepat cemburu dan dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih dari dia.
  11. Manusia Indonesia juga dapat dikatakan manusia sok. Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk harta, jadi rakus. 
  12. Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru. Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang memesonakan kita. Banyak nyang jadi koboi cengeng jika koboi-koboian lagi mode, jadi hipi cengeng jika sedang musim hipi.
Well... yang manakah yang menggambar Anda...
Read more

Underground

0 comments
Terbentuk sebagai bentuk perlawanan kaum Gypsi terhadap dominansi dan doktrinasi negara pada tatanan masyarakat.Menjadi frontline gerakan antikemapanan, antiborjuis, antikomunis, antikapitalis, yang mencoba mencari bentuk kehidupan yang bebas dari tekanan dan intimidasi. Berideologi, berprinsip keras. Bukan seperti genre musik pop yang murni produk kapitalis semu semata.


Di Indonesia ada dua hal yang diadopsi dari kelompok musik underground oleh para remaja.
Yang pertama, ideologi antikemapanan.Sayangnya, antikemapanan ditafsirkan minus nilai positif. Bukan lagi semangat kemadirian atau semangat melawan dominansi penguasa lewat label-label pembelaan rakyat. Akan tetapi, semangat tampil beda dan keluar mainstream. Pengikuti tren semata, tak penting mengerti sejarah dan nilai ideologisnya. Cukuplah tau, sok-sok ber-head bangger menikmati, dan fasih menirukan suara serak sang vokalis.

Kedua, fashion style. Barangkali inilah yang sebenarnya paling digandrungi para remaja tanggung penggila musik aliran ini. Gaya rambut spike, celana yang sangat skinny, jaket kulit penuh badge, piercing, moshing, pogo, dan beragam aksesoris blink-blink lain. Selain kedua hal itu tampaknya cuma adopsi kekerasan yang diimpor mentah-mentah.

Inilah barangkali potret remaja Indonesia paling dominan saat ini. Bergerak statis, mengikuti apa kata arus pasar. ROBOT KAPITALIS. Cita-cita bagi mereka hanyalah orientasi mendapat pekerjaan layak dan penghasilan. Itu saja. Pantaslah jika mereka tak peduli dengan segala kekacauan identitas yang mereka buat.

Ironisnya, berbagai kelompok masyarakat baik yang berorientasi sosial, politik, dan agama kebanyakan cenderung tidak memperhatikan hal ini dengan serius. Padahal mereka inilah yang akan menjadi aktor-aktor pengelola bangsa di kemudian hari. Produk-produk budaya pop yang minim orientasi positif terus saja mendapat kemudahan regulasi untuk diproduksi.

Barangkali benar kata Pramoedya Ananta Toer bahwa bangsa ini sudah kehilangan wibawa dan kepercayaan dirinya secara total pascakeruntuhan Kerajaan Majapahit.
Read more