Rhin Inspired by Rhin

Blog

Tampilkan postingan dengan label Shrieking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shrieking. Tampilkan semua postingan

Pemimpin Indonesia??

0 comments

Tribute to Indonesia by ~strght on deviantART


                       Menjadi pemimpin adalah sebuah tanggungjawab besar yang pasti bukanlah urusan mudah. Bukan orang sembarangan yang bisa menjadi pemimpin terlebih untuk negara dengan jumlah penduduk mencapai ratusan juta. Yang artinya, berpotensi menimbulkan masalah -minimal- ya sejumlah itu juga.
                      Tetapi ternyata sebagai jelata, memilih pemimpin juga bukan urusan mudah -dan murah. Kita harus punya -minimal- TV supaya bisa mengenali wajah pemimpin pilihan kita pada hari-h pencontrengan. Kita juga mesti berfikir lumayan keras untuk bisa memilah pemimpin mana yang paling sesuai dengan kriteria dan kualifikasi -yang paling mendekati- ideal. Sangat tidak mudah menentukan pemimpin yang palingoke ditengah serbuan banjir iklan politik mulai yang persuasif, narsis, hingga provokatif. Apalagi dengan keterbatasan informasi dan ke-engganan (baca: kemalasan) berfikir yang kerap melanda saya -dan calon-calon pemilih lainnya. [article source : scribd.com]


Read more

Dia???

0 comments
Siapa dia? Belum tuntas pertanyaan tentang siapa aku, aku sudah dicecar tentang siapa dia. Dia siapa, dia ya manusia tentunya dan perempuan lebih spesifiknya, wanita lah. Ujung-ujungnya wanita. Aneh, dia wanita kedua yang begitu mengusik tidurku setelah si pertama yang telah lalu. Hard to come, easy to go.
Unik. Dia itu unik, bahkan mungkin sangat unik (atau mungkin hanya karena perasaanku saja). Dia itu wanita yang tegar, mandiri tapi di sisi lain pada waktu yang bersamaan, dia orang manja (layaknya wanita). Orang yang sangat terbuka tentang semua hal, tapi begitu penuh banyak misteri. Semakin membuatku bergairah untuk menguaknya, menelanjanginya dan bahkan menjamahnya (hahaha.... jangan ngeres ya). Tatapan itu seolah memberi sedikit ruang kosong yang ada dihatinya, menggoda... heerrr. 
Read more

Kamu

0 comments
aku memilih terjangkit amnesia tentang kamu. pilihan yang bijak walau tak bajik untuk semesta, ya! apa peduliku tentang semesta?! aku hanya peduli akan aku masa ini, maka itu aku menjadi amnesia. keseluruhan tentangmu tak ubahnya kubangan hitam tempat kerbau melumpur, atau serupa legamnya kantung mata yang lelah setelah mata ini dipaksakan terus terjaga. keberadaanmu pada waktu lalu adalah kesalahan, meski kesalahan itu selayaknya aku emban sebab tanpanya aku tidak akan pernah mengerti soal kebenaran. singkirkan sejenak tentang pemikiran positif atas kamu, kini aku merangkum kenegatifanmu atasku. sepantasnya seperti itu untuk kesehatanku! sudah aku hapus keberadaanmu pada sudut mataku tiap kali bayanganmu jatuh padaku. bahkan aku pasangkan tirai pembuta mata ketika kamu ada tepat dihadapku. akan tidak sia-sia usahaku, sebab aromamu sudah tak mengesankan seperti hari yang lalu, pudar.. sudah pudar. kesimaku akan tingginya kamu tak sebanyak kemarin dan akan terus menipis ketika aku bersua dengan sang lusa. kamu eros, bukan platonis! tak heran bila mudah terkikis. [dari sumberku]
Read more

Terpenggal Kata

0 comments
Read more

DIsalahkan?

0 comments
Karena memang "mungkin" melakukan kesalahan yang tidak disadari. Tapi dimana salahnya?
Itulah yang menjadi sebuah pertanyaan yang amat sangat mengganggu walaupun tidak dipikirkan, tapi terpikir. Benar-benar sangat mengganggu!! Satu hari penuh satu bungkus rokok habis untuk mencari-cari dimana letak kesalahan yang tak sengaja hingga dapat membuat seseorang berubah sikap 180 derajat miringnya. Hmm... belum ketemu juga. Kalau sebuah keyakinan yang disalahkan, itu melanggar hak dasar sebagai manusia. Keyakinan itu kan ga bisa diganggu gugat oleh siapapun, walaupun itu orang tua sendiri.

Berpikir ulang... Ah sudahlah, kenapa aku berpusing-pusing ria. Biar orang lain menyetempel dijidat tulisan "BERSALAH" tapi kalau pada kenyataan menurut perasaan "mungkin" tidak bersalah untuk apa dibingungkan. Toh mungkin orang itu hobinya mencari kesalahan orang lain, tapi kesalahan sendiri dia tidak sadar. xxx
Read more

Kacrut

0 comments
Read more

Sebuah Monolog

0 comments
Aku : “Aku mau mati…..hidup ini terlalu berat”

Aku : ”Pengecut!! Mati itu mudah, melawan hidup itu yang berat. Enak sekali kau lari dari tugasmu.”

Aku : ”Tahu apa kamu? Tahu apa tentang tugas? Aku yang menghadapi hidup, kamu? Apa yang kamu lakukan hah? Berceramah, mengkritik, menasihati.”

Aku : ”Kamu sendiri yang memilih tugas ini, bukan aku. Belum sebulan, dan kamu sudah akan mengingkari arti hidupmu?”

Aku : ”Aku tidak mengingkarinya. Aku hanya menginginkan beberapa penyesuaian.”

Aku : ”Penyesuaian atau kesenangan? Kamu tidak bisa membohongiku. Aku ini kamu”

Aku : ”Terserah kamu menyebutnya. Tapi hidup tidak bisa terus begini. Aku tidak mengingkari untuk apa aku datang, tapi aku juga tidak ingin mengingkari yang datang kepadaku”

Aku : ”Ya, terima saja semua yang datang kepadamu. Terima saja semua. Setelah itu, mintalah dijemput karena kamu pasti kehilangan jalanmu.”

Aku : ”Kenapa jadi sinis begitu?! Tidak bolehkah aku menuntut sesuatu yang baik untuk diriku sendiri? Apakah kamu malaikat, hah? Sadarlah, kita ini manusia!!”

Aku : ”Ya, manusia yang pernah tahu arti hidupnya, tapi kemudian lupa dan harus dituntun pulang”

Aku : ”Sudah kubilang, aku tidak lupa. Aku berani berikan jaminan!”

Aku : ”Aku tidak percaya dengan jaminan”

Aku : ”Lalu apa yang kamu percaya?”

Aku : ”Cinta, hanya cinta. Cinta yang membawa kamu datang, dan akan menuntunmu pulang”

Aku : ”Sekarang pun masih ada cinta dalam hidupku”

Aku : ”Cinta yang telah terbagi. Sebagian untuk dirinya, sebagian untuk dirimu. Dan perlahan-lahan, bagian dirinya akan semakin kecil sementara bagian dirimu semakin besar..”

………………………………………………………………………………………………………………………………

Aku : ”Apa yang kamu mau dari aku?”

Aku : ”Berkorbanlah”

Aku : ”Seberapa banyak?”

Aku : ”Sebanyak yang diperlukan”

Aku : ”Seberapa lama?”

Aku : ”Selama yang dibutuhkan”

Aku : ”Dalam bentuk apa?”

Aku : ”Dalam bentuk apapun yang diperlukan”

Aku : ”Jangan begitu…setidaknya beri aku gambaran, sedikit kepastian”

Aku : ”Obsesimu akan kepastian menghalangimu untuk berkorban. Kepastianmu adalah caramu melindungi dirimu sendiri”

Aku : ”Bukankah itu wajar?”

Aku : ”Ya untuk yang lain, tidak untukmu”

Aku : ”Kenapa tidak untukku?”

Aku : ”Karena dia yang untuknya kamu harus berkorban pun tidak mencari atau mendapatkan kepastian itu. Ingat seluruh ceritanya, bukan hanya bagianmu saja. Jalani peranmu, dan pahami peran yang lain”

Aku : ”Kamu membuatku sedih”

Aku : ”Menangislah”

Aku : ”Tapi bukankah aku tidak bersalah? Aku sudah melakukan tugasku. Aku hanya tidak melakukan yang sebenarnya dapat kulakukan”

Aku : ”Kamu meninggalkan dia yang mencintai kamu”

Aku : ”Dan sekarang aku datang lagi…”

Aku : ”Meskipun kamu tahu bahwa tidak akan mudah”

Aku : ”Tanpa paksaan?”

Aku : ”Tidak ada paksaan. Tidak ada yang menuntutmu bertanggung-jawab. Tidak juga dia yang kamu tinggalkan”

Aku : ”Tapi kesepian ini…”

Aku : ”Adalah temanmu”

Aku : ”Apa yang aku dapat dari sepi?”

Aku : ”Pengenalan dirimu, bila kamu memintanya”

Aku : ”Ya, aku memintanya”

Aku : ”Maka kamu akan menerima”

Aku : ”Kapan?”

Aku : ”Ketika kamu siap”

Aku : ”Kapan aku siap?”

Aku : ”Kapanpun kamu mengatakan kamu siap”

Aku : ”Aku bisa saja berbohong”

Aku : ”Maka kamu membohongi dirimu sendiri”

………………………………………………………………………………………………………………………………

Aku : ”Siapa kamu?”

Aku : ”Kamu”

Aku : ”Kapan kamu datang?”

Aku : ”Ketika hidup mengacaukan tujuanmu”

Aku : ”Kenapa kamu datang?”

Aku : ”Karena yang datang harus diingatkan tujuan kedatangannya”
Read more

Be Yourself Again!

0 comments

Miris.... widiw, tau dari mana tu bahasa...?!

Barusan kemarin sore ane nonton programnya si Uya Kuya ga tau nama programnya apa yang hipnotis orang. Nah di tayangan tersebut si Uya hipnotis cewek, ya mo dibilang cakep gak, jelek ya agak jelek tapi suaranya itu lho yang buat kaget, suaranya tu kaya anak kecil. Setelah dihipnotis si cewek ditanya nama, ngakunya dia punya nama "REPTILIA VAGINAWATI ROKMINI". Gubrakk....ketawa guling-guling dengernya.

Pas ditanya apa bener suara aslinya emang kaya anak kecil apa cuma suara jadi-jadian, nah si cewek ngaku kalo emang suaranya dibuat kaya suara anak kecil. Katanya biar IMUT!!!! terus jadi dibilang gaoel githcu. WWkwkwkwkwkwkwkwkwk...... Sumpah gan, ane ketawa guling-guling denger jawaban kaya gitu.

Tapi ane juga miris gan. Kasihannya gini gan, apa sekarang orang Indonesia emang kaya gitu semua? jadi orang lain biar dilihat orang, bukan jadi diri sendiri gak punya jati diri. Tapi kalo dilihat emang anak-anak muda hampir seperti itu semua, maksudnya kehilangan jati diri. Mereka mau berbuat apa saja, mulai dari pakaian, dandanan, lah pokoknya lifestyle termasuk cara ngomong mereka seperti yang udah dibilang diatas CUMA BIAR DIBILANG GAUL.


Jadi inget lagunya Seringai yang judul Citra Natural, liriknya gini gan :



>>>>>>>>>>>> Seringai - Citra Natural <<<<<<<<<<<<<<<

hey sayang.
mengapa engkau cemas?
tak usah menjadi sesuatu yang bukan dirimu.
termakan. terbuai. dengan segala citra emas.
nilai diri, mengapa jadi ragu?
biarkanlah, tak perlu frustasi. tercitra.
kau cantik, apa adanya.
terbuai? cukup percaya diri. tercitra.
kau cantik, apa adanya.
terlena? indah, pancarkan isi.
hey sayang, semua citra di layar kaca.
tak berarti, dibanding tampil natural.
semua ini, terjual, pluralitas tak berharga.
bayang semu dan tidaklah kekal.
ah sudahlah, tak perlu depresi.

>>>>>>>>>>>> Straight Edge <<<<<<<<<<<<<<<


Ada lagi yang laganya sok-sok'an bergaya anak emo atau apalah, tapi kalo ditanya emo tu apa ga tau cuma ikut-ikutan temen biar gaya, biar gaul, biar...biar...biar... biar yang lain sebagainya. Anjing, apa sebegitu hancurkah generasi muda Indonesia. Cuma baru-baru ini batik jadi trend, dulu ... sebelum Malingsia mengklaim kalo batik itu kepunyaan Malingsia pada malu pake batik. Mending pake cancut dari pada pake batik biar kelihatan pahanya, mending mulus, korengan gan!!!
Read more

Dying Again

0 comments
See...
Feel...
Adore...
Care...
Tortured...
Pray...
Get It...
Listen to Me...
Hold Me..
So Warm...
Unconditional...
.............
.............
Betray....
Cry...
Scream....
Shattered....
And Wry Smile
Dying.......
Read more